Blog: Survey Kebiasaan Weblogger Indonesia

Senin, 8 Maret 2004M
16 Muharram 1425H

Blog berasal dari kata weblog yang memiliki arti ‘catatan web’ atau ‘diary web’. Berawal dari kebiasaan menuliskan isi pikiran dalam tulisan hanya dengan media yang berbeda, yaitu homepage. Pada akhirnya blogger berharap tulisannya dibaca orang. Nita Yuanita melakukan jajak pendapat perilaku para blogger ini. Bravo untuk Nita!

Catatan Yang Mungkin Terkait

Tidak ada isian yang terkait |

Komentar

8 komentar untuk catatan 'Blog: Survey Kebiasaan Weblogger Indonesia'

  1. #1
    gravatar

    BIOGRAFI

    Nama: Khoirun Nikmah
    Alamat: Jl. Ampel No. 19 A Papringan Yogyakarta 55281
    TTL: Magelang, 20 Mei 1985
    Hobby: Membaca
    Cita-Cita: Pustakawan
    Pendidikan: UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
    Alamat E-mail: Anix @ yahoo.com

    ROMANCE

    1. Puisi I

    YOGYAKARTA

    Waktu, seperti kemarin terus berlalu begitu cepat,
    Seperti angin, tak terasa meninggalkan hari demi hari
    Berganti minggu menuju kedua belas bulan,
    Tuk menggenapi tahun
    Satu tahun sudah berlalu dikota ini,
    Tapi apa yang kudamba
    Terlalu banyak dari yang kudapat,
    Tak ada yang kudapat, selain penat dan nista,
    Serta sejagad rasa jemu,
    Barangkali ada setitik peluh dari dahiku,
    Mengalir dan jatuh ke bumi,
    Tapi apalah artinya …?
    Kota ini penuh dengan berjuta harapan,
    Juga berjuta khayalan seperti fatamorgana,
    Semu …, aku hilang di dalamnya,
    Aku tak pernah ada dalam catatan kota ini,
    Satu tahun sudah aku mabuk dikota surga ini,
    Selama itu pula aku hanya sempat menari,
    Hanya bisa menyanyi lagu-lagu
    Tentang kehidupan yang tak menentu,
    Sementara dikamarku, tinggalah buku-buku kuliah,
    Usang sendiri, tak terbaca, lalu …
    Betapa akan pernah terpahamkan semedi ini,
    Akan pernah termaknai tadarus ini
    Hari demi hari, seperti detak jam dinding ini
    Adalah bom waktu, memaksaku untuk selalu waspada,
    Sebab tak akan pernah terduga,
    Kapan saatnya tiba
    Dimana sebenarnya kita

    Puisi II

    Bila hati sudah tak mau mengerti
    Semua kata cinta … rindu …
    Ataupun sayang …
    Hanya terikat oleh sebuah janji
    Janji yang semu tak terukir
    Murah dimulut mahal di timbangan
    Masak diluar mentah didalam
    Adakah dirimu satu arti dengan cinta itu
    Arti yang sudah tak ingin lagi kau akui
    Atau bahkan tak pernah ada sama sekali
    Haruskah kuarungi lautan samudera
    Akankah aku selalu setia menunggu

    Puisi III

    Saat hati menanti datangnya pagi bersinar
    Betapa rindupun datang
    Entah tak tahu rindu untuk siapa
    Dan pada siapa
    Disaat rasa ingin menggapai asa
    Namun apa daya tak kuasa menggapainya
    Serasa jauh diujung sana
    Namun yakin akan memilikinya
    Entah kapan …
    Dimana …
    Saat apa …
    Dan waktu apa …
    Selalu hadir bayang dirimu
    Dalam kelopak mataku
    Kucoba menghapus namamu dalam hatiku
    Namun yang ada bayangan yang menggelora
    Yang entah kapan mewudkannya
    Serasa semua bagai mimpi belaka
    Yang tak pernah ada
    Dan mungkinkah kan menjadi nyata

    CERITA KELUARGA

    Aku dilahirkan disebuah desa kecil dilembah bukit Menoreh, bertepatan dengan hari kebangkitan nasional ( 20 Mei ). Ternyata bukan hanya desaku yang kecil, keluargakupun tak kalah kecilnya. Aku punya bapak satu, ibu satu, dan kakak cewek satu. Aku hidup dilingkungan yang sederhana, rumah yang tak begitu besar serta halaman yang cukup luas adalah tempat berlindung kami dari sengatnya panas matahari dan dari dinginnya malam yang selalu menusuk-nusuk tulang. Bapakku seorang wiraswasta dan ibukku seorang ibu rumah tangga, serta kakakku hanya seorang guru SMU. Meski begitu, keluargaku hidup harmonis dan cukup membuat iri para tetangga.
    Bapak dan ibukku sering bilang padaku dan kakakku, kalau mereka tidak bisa mewariskan harta benda, tapi cukup dengan ilmu yang mereka wariskan. Dengan gaji pas-pasan, dengan membanting tulang, dan dengan memeras keringat, bapakku mampu membiayai aku dan kakakku sampai ke perguruan tinggi, sangat hebat untuk ukuran seorang wiraswasta seperti bapakku. Aku bangga dengan bapakku yang rela bekerja keras demi pendidikan putri-putrinya dan aku bangga mempunyai seorang ibu yang selalu mendorongku, membimbingku dan menasehatiku agar menjadi orang yang berhasil. Serta seorang kakak yang selalu memberiku motivasi untuk belajar yang rajin agar tidak mengecewakan orang tua. Aku bangga mempunyai keluarga ini, meski kecil tapi cukup membuat aku bahagia

    CREATE
    Jadilah wanita seperti tambang dalam lautan
    Sehingga orang lain tidak mudah untuk menggalinya
    Dan janganlah menjadi wanita seperti bunga dipinggir jalan
    Sehingga orang lain mudah untuk memetiknya

    Hiduplah selagi engkau selamat
    Dalam bayangan benteng yang menjulang
    Lakukanlah apa yang kau sukai
    Menjelang sore dan pagi hari
    Maka ketika nafas telah berbunyi
    Karena sesak dan sempitnya dada
    Saat itulah engkau mengetahui dengan pasti
    Bahwa engkau tengah berada dalam kesesatan

  2. #2
    gravatar

    BIOGRAFI

    Nama: Khoirun Nikmah
    Alamat: Jl. Ampel No. 19 A Papringan Yogyakarta 55281
    TTL: Magelang, 20 Mei 1985
    Hobby: Membaca
    Cita-Cita: Pustakawan
    Pendidikan: UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
    Alamat E-mail: Anix @ yahoo.com

    ROMANCE

    1. Puisi I

    YOGYAKARTA

    Waktu, seperti kemarin terus berlalu begitu cepat,
    Seperti angin, tak terasa meninggalkan hari demi hari
    Berganti minggu menuju kedua belas bulan,
    Tuk menggenapi tahun
    Satu tahun sudah berlalu dikota ini,
    Tapi apa yang kudamba
    Terlalu banyak dari yang kudapat,
    Tak ada yang kudapat, selain penat dan nista,
    Serta sejagad rasa jemu,
    Barangkali ada setitik peluh dari dahiku,
    Mengalir dan jatuh ke bumi,
    Tapi apalah artinya …?
    Kota ini penuh dengan berjuta harapan,
    Juga berjuta khayalan seperti fatamorgana,
    Semu …, aku hilang di dalamnya,
    Aku tak pernah ada dalam catatan kota ini,
    Satu tahun sudah aku mabuk dikota surga ini,
    Selama itu pula aku hanya sempat menari,
    Hanya bisa menyanyi lagu-lagu
    Tentang kehidupan yang tak menentu,
    Sementara dikamarku, tinggalah buku-buku kuliah,
    Usang sendiri, tak terbaca, lalu …
    Betapa akan pernah terpahamkan semedi ini,
    Akan pernah termaknai tadarus ini
    Hari demi hari, seperti detak jam dinding ini
    Adalah bom waktu, memaksaku untuk selalu waspada,
    Sebab tak akan pernah terduga,
    Kapan saatnya tiba
    Dimana sebenarnya kita

    Puisi II

    Bila hati sudah tak mau mengerti
    Semua kata cinta … rindu …
    Ataupun sayang …
    Hanya terikat oleh sebuah janji
    Janji yang semu tak terukir
    Murah dimulut mahal di timbangan
    Masak diluar mentah didalam
    Adakah dirimu satu arti dengan cinta itu
    Arti yang sudah tak ingin lagi kau akui
    Atau bahkan tak pernah ada sama sekali
    Haruskah kuarungi lautan samudera
    Akankah aku selalu setia menunggu

    Puisi III

    Saat hati menanti datangnya pagi bersinar
    Betapa rindupun datang
    Entah tak tahu rindu untuk siapa
    Dan pada siapa
    Disaat rasa ingin menggapai asa
    Namun apa daya tak kuasa menggapainya
    Serasa jauh diujung sana
    Namun yakin akan memilikinya
    Entah kapan …
    Dimana …
    Saat apa …
    Dan waktu apa …
    Selalu hadir bayang dirimu
    Dalam kelopak mataku
    Kucoba menghapus namamu dalam hatiku
    Namun yang ada bayangan yang menggelora
    Yang entah kapan mewudkannya
    Serasa semua bagai mimpi belaka
    Yang tak pernah ada
    Dan mungkinkah kan menjadi nyata

    CERITA KELUARGA

    Aku dilahirkan disebuah desa kecil dilembah bukit Menoreh, bertepatan dengan hari kebangkitan nasional ( 20 Mei ). Ternyata bukan hanya desaku yang kecil, keluargakupun tak kalah kecilnya. Aku punya bapak satu, ibu satu, dan kakak cewek satu. Aku hidup dilingkungan yang sederhana, rumah yang tak begitu besar serta halaman yang cukup luas adalah tempat berlindung kami dari sengatnya panas matahari dan dari dinginnya malam yang selalu menusuk-nusuk tulang. Bapakku seorang wiraswasta dan ibukku seorang ibu rumah tangga, serta kakakku hanya seorang guru SMU. Meski begitu, keluargaku hidup harmonis dan cukup membuat iri para tetangga.
    Bapak dan ibukku sering bilang padaku dan kakakku, kalau mereka tidak bisa mewariskan harta benda, tapi cukup dengan ilmu yang mereka wariskan. Dengan gaji pas-pasan, dengan membanting tulang, dan dengan memeras keringat, bapakku mampu membiayai aku dan kakakku sampai ke perguruan tinggi, sangat hebat untuk ukuran seorang wiraswasta seperti bapakku. Aku bangga dengan bapakku yang rela bekerja keras demi pendidikan putri-putrinya dan aku bangga mempunyai seorang ibu yang selalu mendorongku, membimbingku dan menasehatiku agar menjadi orang yang berhasil. Serta seorang kakak yang selalu memberiku motivasi untuk belajar yang rajin agar tidak mengecewakan orang tua. Aku bangga mempunyai keluarga ini, meski kecil tapi cukup membuat aku bahagia

    CREATE
    Jadilah wanita seperti tambang dalam lautan
    Sehingga orang lain tidak mudah untuk menggalinya
    Dan janganlah menjadi wanita seperti bunga dipinggir jalan
    Sehingga orang lain mudah untuk memetiknya

    Hiduplah selagi engkau selamat
    Dalam bayangan benteng yang menjulang
    Lakukanlah apa yang kau sukai
    Menjelang sore dan pagi hari
    Maka ketika nafas telah berbunyi
    Karena sesak dan sempitnya dada
    Saat itulah engkau mengetahui dengan pasti
    Bahwa engkau tengah berada dalam kesesatan

  3. #3
    gravatar

    knikmah kenalan yuk! ini emailku: lexcorneli_rjdesa@yahoo.com

  4. #4
    gravatar

    STOP PEMUATAN KARTUN NABI MUHAMMAD S.A.W

    Pemuatan kartun Nabi Besar Muhammad S.A.W. yang dilakukan pertama kali oleh koran Denmark Jyllands-Posten pada Tanggal 30 September 2005 yang kemudian di cetak ulang di Eropa, Amerika, Jordan termasuk Malaysia, menuai reaksi keras dari masyarkat Islam di seluruh dunia.

    Seperti yang dimuat di CBS News:

    “We are not terrorists, we are not anarchists but we are against those people who blaspheme Islam, ”

    “Kami Bukan teroris, kami bukan anarkis tetapi kami menentang orang yang telah menghina Islam”

    Tidak ada seorang pun yang mau di hina, apalagi penghinaan itu ditujukan kepada Rasulullah. Manusia paling mulia yang sangat di hormati dan di segani baik oleh umat Islam sendiri maupun agama lain di dunia ini.

    Sangat disayangkan dan sangat di sesali, banyak blogger asing yang memajang kartun tersebut di Weblognya, dan melakukan penggalangan dukungan atas Jyllands-Posten.

    Apa pun alasannya, baik yang pertama kali maupun yang terakhir kali memuat kartun tersebut, sama-sama menghina dan menyakiti hati umat Islam.

    Bunyamin Najmi adalah penulis Blogger di blog http://www.bunyaminnajmi.blogspot.com

  5. #5
    gravatar

    Gue mo komentar tapi udah mo sahur nii…. gue maem dulu ya :)
    http://www.islamicindia.blogspot.com

  6. #6
    gravatar

    Buat apa kita debat soal perbadaan Agama, soal akidah agama kita maupun agama lain.Suatu saat dimanapun kapanpun kita harus ingat bahwa kita punya pedoman yang pasti dan suri tauladan yang sempurna……….Muhammad SAW adalah figur sempurna kita.
    Satu raga satu jiwa
    Mampukan kita untuk berfikir
    Logiskan yang tak logis
    Gugurkan keraguan
    Raih kepastian kita
    Iman dan Islam
    Memang yang kita tuju.
    Satu ungkapanku yang runtut kadang memang tak harus berawal dari semua kenyataan kita,tapi banyak kita temukan kehidupan kita hanya sempurna berawal dari mimpi-mimpi kita.WASSALAM……….Salam mostaks dariku.

    JUMPAIKU DI owach_89@yahoo.co.id

  7. #7
    gravatar

    Agama yang aku kenal hanyalah bahasa manusia untuk mencoba menyambangi sang pencipta yang tak mungkin di jangkau oleh manusia. Manusia terlalu rendah dan hina untuk berjumpa dengan sang khalik di dunia ini. Kenapa musti berdebat tentang kebenaran yang bukan kebenaran hakiki.

    Kenapa musti marah ketika kartunis membuat karya menurut inspirasi dan nalar pengetahuannya. Jika Anda yakin bahwa itu tidak benar, tidak perlu anda merasa atau membuat salah.

    Dunia, bagaimanapun nyatanya tetaplah dunia
    Misteri dan gaib tetaplah gaib
    Kalau Anda yakin dan mengaku beriman, kanapa masih merasa ragu?

    Jika hidup anda tidak menjadi solusi bagi orang lain, janganlah berusaha menjadi masalah. Jika ada yang memilih dan memilah itu adalah hak semua orang. Jika Anda tidak suka, Anda tak perlu menyebarkan kebencian. Kalau Anda marah-marah pada orang berbuat salah anda tidak jauh berbeda dengan orang tersebut.

    Kartun tetaplah kartun
    Nabi tetaplah nabi
    Anda tetaplah Anda
    Kartunis tetaplah kartunis
    Marah tetaplah marah
    Maaf tetaplah maaf

    Silahkan kunjungi http://www.pmindonesia.wordpress.com

  8. #8
    gravatar

    good..well done

Tulis komentar

XHTML: Anda dapat menggunakan tag-tag berikut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Untuk menampilkan gambar/icon avatar anda silakan daftarkan alamat email di Gravatar.