Blog: Survey Kebiasaan Weblogger Indonesia
Senin, 8 Maret 2004M
16 Muharram 1425H
- Tracking System
- International phone card
Blog berasal dari kata weblog yang memiliki arti ‘catatan web’ atau ‘diary web’. Berawal dari kebiasaan menuliskan isi pikiran dalam tulisan hanya dengan media yang berbeda, yaitu homepage. Pada akhirnya blogger berharap tulisannya dibaca orang. Nita Yuanita melakukan jajak pendapat perilaku para blogger ini. Bravo untuk Nita!
Rabu, 12 Januari 2005 @ 20:38
Using
BIOGRAFI
Nama: Khoirun Nikmah
Alamat: Jl. Ampel No. 19 A Papringan Yogyakarta 55281
TTL: Magelang, 20 Mei 1985
Hobby: Membaca
Cita-Cita: Pustakawan
Pendidikan: UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
Alamat E-mail: Anix @ yahoo.com
ROMANCE
1. Puisi I
YOGYAKARTA
Waktu, seperti kemarin terus berlalu begitu cepat,
Seperti angin, tak terasa meninggalkan hari demi hari
Berganti minggu menuju kedua belas bulan,
Tuk menggenapi tahun
Satu tahun sudah berlalu dikota ini,
Tapi apa yang kudamba
Terlalu banyak dari yang kudapat,
Tak ada yang kudapat, selain penat dan nista,
Serta sejagad rasa jemu,
Barangkali ada setitik peluh dari dahiku,
Mengalir dan jatuh ke bumi,
Tapi apalah artinya …?
Kota ini penuh dengan berjuta harapan,
Juga berjuta khayalan seperti fatamorgana,
Semu …, aku hilang di dalamnya,
Aku tak pernah ada dalam catatan kota ini,
Satu tahun sudah aku mabuk dikota surga ini,
Selama itu pula aku hanya sempat menari,
Hanya bisa menyanyi lagu-lagu
Tentang kehidupan yang tak menentu,
Sementara dikamarku, tinggalah buku-buku kuliah,
Usang sendiri, tak terbaca, lalu …
Betapa akan pernah terpahamkan semedi ini,
Akan pernah termaknai tadarus ini
Hari demi hari, seperti detak jam dinding ini
Adalah bom waktu, memaksaku untuk selalu waspada,
Sebab tak akan pernah terduga,
Kapan saatnya tiba
Dimana sebenarnya kita
Puisi II
Bila hati sudah tak mau mengerti
Semua kata cinta … rindu …
Ataupun sayang …
Hanya terikat oleh sebuah janji
Janji yang semu tak terukir
Murah dimulut mahal di timbangan
Masak diluar mentah didalam
Adakah dirimu satu arti dengan cinta itu
Arti yang sudah tak ingin lagi kau akui
Atau bahkan tak pernah ada sama sekali
Haruskah kuarungi lautan samudera
Akankah aku selalu setia menunggu
Puisi III
Saat hati menanti datangnya pagi bersinar
Betapa rindupun datang
Entah tak tahu rindu untuk siapa
Dan pada siapa
Disaat rasa ingin menggapai asa
Namun apa daya tak kuasa menggapainya
Serasa jauh diujung sana
Namun yakin akan memilikinya
Entah kapan …
Dimana …
Saat apa …
Dan waktu apa …
Selalu hadir bayang dirimu
Dalam kelopak mataku
Kucoba menghapus namamu dalam hatiku
Namun yang ada bayangan yang menggelora
Yang entah kapan mewudkannya
Serasa semua bagai mimpi belaka
Yang tak pernah ada
Dan mungkinkah kan menjadi nyata
CERITA KELUARGA
Aku dilahirkan disebuah desa kecil dilembah bukit Menoreh, bertepatan dengan hari kebangkitan nasional ( 20 Mei ). Ternyata bukan hanya desaku yang kecil, keluargakupun tak kalah kecilnya. Aku punya bapak satu, ibu satu, dan kakak cewek satu. Aku hidup dilingkungan yang sederhana, rumah yang tak begitu besar serta halaman yang cukup luas adalah tempat berlindung kami dari sengatnya panas matahari dan dari dinginnya malam yang selalu menusuk-nusuk tulang. Bapakku seorang wiraswasta dan ibukku seorang ibu rumah tangga, serta kakakku hanya seorang guru SMU. Meski begitu, keluargaku hidup harmonis dan cukup membuat iri para tetangga.
Bapak dan ibukku sering bilang padaku dan kakakku, kalau mereka tidak bisa mewariskan harta benda, tapi cukup dengan ilmu yang mereka wariskan. Dengan gaji pas-pasan, dengan membanting tulang, dan dengan memeras keringat, bapakku mampu membiayai aku dan kakakku sampai ke perguruan tinggi, sangat hebat untuk ukuran seorang wiraswasta seperti bapakku. Aku bangga dengan bapakku yang rela bekerja keras demi pendidikan putri-putrinya dan aku bangga mempunyai seorang ibu yang selalu mendorongku, membimbingku dan menasehatiku agar menjadi orang yang berhasil. Serta seorang kakak yang selalu memberiku motivasi untuk belajar yang rajin agar tidak mengecewakan orang tua. Aku bangga mempunyai keluarga ini, meski kecil tapi cukup membuat aku bahagia
CREATE
Jadilah wanita seperti tambang dalam lautan
Sehingga orang lain tidak mudah untuk menggalinya
Dan janganlah menjadi wanita seperti bunga dipinggir jalan
Sehingga orang lain mudah untuk memetiknya
Hiduplah selagi engkau selamat
Dalam bayangan benteng yang menjulang
Lakukanlah apa yang kau sukai
Menjelang sore dan pagi hari
Maka ketika nafas telah berbunyi
Karena sesak dan sempitnya dada
Saat itulah engkau mengetahui dengan pasti
Bahwa engkau tengah berada dalam kesesatan
Rabu, 12 Januari 2005 @ 20:45
Using
BIOGRAFI
Nama: Khoirun Nikmah
Alamat: Jl. Ampel No. 19 A Papringan Yogyakarta 55281
TTL: Magelang, 20 Mei 1985
Hobby: Membaca
Cita-Cita: Pustakawan
Pendidikan: UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
Alamat E-mail: Anix @ yahoo.com
ROMANCE
1. Puisi I
YOGYAKARTA
Waktu, seperti kemarin terus berlalu begitu cepat,
Seperti angin, tak terasa meninggalkan hari demi hari
Berganti minggu menuju kedua belas bulan,
Tuk menggenapi tahun
Satu tahun sudah berlalu dikota ini,
Tapi apa yang kudamba
Terlalu banyak dari yang kudapat,
Tak ada yang kudapat, selain penat dan nista,
Serta sejagad rasa jemu,
Barangkali ada setitik peluh dari dahiku,
Mengalir dan jatuh ke bumi,
Tapi apalah artinya …?
Kota ini penuh dengan berjuta harapan,
Juga berjuta khayalan seperti fatamorgana,
Semu …, aku hilang di dalamnya,
Aku tak pernah ada dalam catatan kota ini,
Satu tahun sudah aku mabuk dikota surga ini,
Selama itu pula aku hanya sempat menari,
Hanya bisa menyanyi lagu-lagu
Tentang kehidupan yang tak menentu,
Sementara dikamarku, tinggalah buku-buku kuliah,
Usang sendiri, tak terbaca, lalu …
Betapa akan pernah terpahamkan semedi ini,
Akan pernah termaknai tadarus ini
Hari demi hari, seperti detak jam dinding ini
Adalah bom waktu, memaksaku untuk selalu waspada,
Sebab tak akan pernah terduga,
Kapan saatnya tiba
Dimana sebenarnya kita
Puisi II
Bila hati sudah tak mau mengerti
Semua kata cinta … rindu …
Ataupun sayang …
Hanya terikat oleh sebuah janji
Janji yang semu tak terukir
Murah dimulut mahal di timbangan
Masak diluar mentah didalam
Adakah dirimu satu arti dengan cinta itu
Arti yang sudah tak ingin lagi kau akui
Atau bahkan tak pernah ada sama sekali
Haruskah kuarungi lautan samudera
Akankah aku selalu setia menunggu
Puisi III
Saat hati menanti datangnya pagi bersinar
Betapa rindupun datang
Entah tak tahu rindu untuk siapa
Dan pada siapa
Disaat rasa ingin menggapai asa
Namun apa daya tak kuasa menggapainya
Serasa jauh diujung sana
Namun yakin akan memilikinya
Entah kapan …
Dimana …
Saat apa …
Dan waktu apa …
Selalu hadir bayang dirimu
Dalam kelopak mataku
Kucoba menghapus namamu dalam hatiku
Namun yang ada bayangan yang menggelora
Yang entah kapan mewudkannya
Serasa semua bagai mimpi belaka
Yang tak pernah ada
Dan mungkinkah kan menjadi nyata
CERITA KELUARGA
Aku dilahirkan disebuah desa kecil dilembah bukit Menoreh, bertepatan dengan hari kebangkitan nasional ( 20 Mei ). Ternyata bukan hanya desaku yang kecil, keluargakupun tak kalah kecilnya. Aku punya bapak satu, ibu satu, dan kakak cewek satu. Aku hidup dilingkungan yang sederhana, rumah yang tak begitu besar serta halaman yang cukup luas adalah tempat berlindung kami dari sengatnya panas matahari dan dari dinginnya malam yang selalu menusuk-nusuk tulang. Bapakku seorang wiraswasta dan ibukku seorang ibu rumah tangga, serta kakakku hanya seorang guru SMU. Meski begitu, keluargaku hidup harmonis dan cukup membuat iri para tetangga.
Bapak dan ibukku sering bilang padaku dan kakakku, kalau mereka tidak bisa mewariskan harta benda, tapi cukup dengan ilmu yang mereka wariskan. Dengan gaji pas-pasan, dengan membanting tulang, dan dengan memeras keringat, bapakku mampu membiayai aku dan kakakku sampai ke perguruan tinggi, sangat hebat untuk ukuran seorang wiraswasta seperti bapakku. Aku bangga dengan bapakku yang rela bekerja keras demi pendidikan putri-putrinya dan aku bangga mempunyai seorang ibu yang selalu mendorongku, membimbingku dan menasehatiku agar menjadi orang yang berhasil. Serta seorang kakak yang selalu memberiku motivasi untuk belajar yang rajin agar tidak mengecewakan orang tua. Aku bangga mempunyai keluarga ini, meski kecil tapi cukup membuat aku bahagia
CREATE
Jadilah wanita seperti tambang dalam lautan
Sehingga orang lain tidak mudah untuk menggalinya
Dan janganlah menjadi wanita seperti bunga dipinggir jalan
Sehingga orang lain mudah untuk memetiknya
Hiduplah selagi engkau selamat
Dalam bayangan benteng yang menjulang
Lakukanlah apa yang kau sukai
Menjelang sore dan pagi hari
Maka ketika nafas telah berbunyi
Karena sesak dan sempitnya dada
Saat itulah engkau mengetahui dengan pasti
Bahwa engkau tengah berada dalam kesesatan
Selasa, 5 April 2005 @ 19:14
Using
knikmah kenalan yuk! ini emailku: lexcorneli_rjdesa@yahoo.com
Jumat, 10 Februari 2006 @ 14:26
Using
STOP PEMUATAN KARTUN NABI MUHAMMAD S.A.W
Pemuatan kartun Nabi Besar Muhammad S.A.W. yang dilakukan pertama kali oleh koran Denmark Jyllands-Posten pada Tanggal 30 September 2005 yang kemudian di cetak ulang di Eropa, Amerika, Jordan termasuk Malaysia, menuai reaksi keras dari masyarkat Islam di seluruh dunia.
Seperti yang dimuat di CBS News:
“We are not terrorists, we are not anarchists but we are against those people who blaspheme Islam, ”
“Kami Bukan teroris, kami bukan anarkis tetapi kami menentang orang yang telah menghina Islam”
Tidak ada seorang pun yang mau di hina, apalagi penghinaan itu ditujukan kepada Rasulullah. Manusia paling mulia yang sangat di hormati dan di segani baik oleh umat Islam sendiri maupun agama lain di dunia ini.
Sangat disayangkan dan sangat di sesali, banyak blogger asing yang memajang kartun tersebut di Weblognya, dan melakukan penggalangan dukungan atas Jyllands-Posten.
Apa pun alasannya, baik yang pertama kali maupun yang terakhir kali memuat kartun tersebut, sama-sama menghina dan menyakiti hati umat Islam.
Bunyamin Najmi adalah penulis Blogger di blog http://www.bunyaminnajmi.blogspot.com
Selasa, 3 Oktober 2006 @ 3:05
Using
Gue mo komentar tapi udah mo sahur nii…. gue maem dulu ya :)
http://www.islamicindia.blogspot.com
Jumat, 1 Desember 2006 @ 12:05
Using
Buat apa kita debat soal perbadaan Agama, soal akidah agama kita maupun agama lain.Suatu saat dimanapun kapanpun kita harus ingat bahwa kita punya pedoman yang pasti dan suri tauladan yang sempurna……….Muhammad SAW adalah figur sempurna kita.
Satu raga satu jiwa
Mampukan kita untuk berfikir
Logiskan yang tak logis
Gugurkan keraguan
Raih kepastian kita
Iman dan Islam
Memang yang kita tuju.
Satu ungkapanku yang runtut kadang memang tak harus berawal dari semua kenyataan kita,tapi banyak kita temukan kehidupan kita hanya sempurna berawal dari mimpi-mimpi kita.WASSALAM……….Salam mostaks dariku.
JUMPAIKU DI owach_89@yahoo.co.id
Sabtu, 31 Maret 2007 @ 4:59
Using
Agama yang aku kenal hanyalah bahasa manusia untuk mencoba menyambangi sang pencipta yang tak mungkin di jangkau oleh manusia. Manusia terlalu rendah dan hina untuk berjumpa dengan sang khalik di dunia ini. Kenapa musti berdebat tentang kebenaran yang bukan kebenaran hakiki.
Kenapa musti marah ketika kartunis membuat karya menurut inspirasi dan nalar pengetahuannya. Jika Anda yakin bahwa itu tidak benar, tidak perlu anda merasa atau membuat salah.
Dunia, bagaimanapun nyatanya tetaplah dunia
Misteri dan gaib tetaplah gaib
Kalau Anda yakin dan mengaku beriman, kanapa masih merasa ragu?
Jika hidup anda tidak menjadi solusi bagi orang lain, janganlah berusaha menjadi masalah. Jika ada yang memilih dan memilah itu adalah hak semua orang. Jika Anda tidak suka, Anda tak perlu menyebarkan kebencian. Kalau Anda marah-marah pada orang berbuat salah anda tidak jauh berbeda dengan orang tersebut.
Kartun tetaplah kartun
Nabi tetaplah nabi
Anda tetaplah Anda
Kartunis tetaplah kartunis
Marah tetaplah marah
Maaf tetaplah maaf
Silahkan kunjungi http://www.pmindonesia.wordpress.com
Senin, 24 September 2007 @ 21:31
Using
good..well done