Wijayakusuma

Senin, 1 Desember 2003M
05 Syawwal 1424H

Wijayakusuma

Ada kepercayaan yang tak lekang oleh waktu, bahwa raja Mataram yang baru dinobatkan tidak akan sah diakui dunia kasar dan halus, kalau belum berhasil memetik bunga Widjojokoesoemo sebagai pusaka keraton. Mengapa harus memetik bunga itu, dan mengapa kini beredar bunga wijayakusuma yang lain?

Tradisi memetik bunga itu didasarkan atas kepercayaan, bahwa pohon yang menghasilkan bunga itu jelmaan pusaka keraton Batara Kresna. Batara titisan Wisnu ini kebetulan menjadi Raja Dwarawati. Letaknya di dunia pewayangan sana.

Menurut kisah spiritual yang diteruskan dari mulut ke telinga, dan dari mulut ke telinga yang lain, pusaka keraton itu dilabuh (dihanyutkan) ke Laut Kidul oleh Kresna, sebelum beliau mangkat ke Swargaloka, di kawasan Nirwana.

Apa yang terjadi? Pusaka atribut Raja Kresna itu setelah dilabuh menjadi pohon di atas batu pulau karang. Letaknya di ujung timur Pulau Nusakambangan di selatan Kota Cilacap.

Secara fisik, pulau yang terkenal sebagai Karangbandung itu dikuasai oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia, tetapi secara spiritual ia dikuasai oleh ratu siluman, Nyai Roro Kidul. Ratu ini sering mengadakan rapat pleno di pulau itu.

Karena menurut silsilah dalam Babad Tanah Jawi raja-raja Jawa itu keturunan Bre Widjaye dari Majapahit (yang titisan Wisnu juga), maka sudah sepantasnyalah kalau para baginda mewarisi pusaka keraton Dwarawati yang kini tumbuh di Karangbandung. Maka, raja Mataram yang baru dinobatkan juga wajib hukumnya untuk mengambil bunga pusaka yang keramat itu.

Untuk memetiknya jelas sulit sekali. Tidak hanya karena tempatnya yang terpencil, tetapi juga karena pulau itu angker dijaga ketat oleh garnisun tentara siluman. Diperlukan seorang paranormal agar dapat berhasil. Ini menurut para abdi dalem petugas pengambil bunga.

Pada zaman Mataram dulu mereka berjalan kaki dari Kartosuro (ibu kota kerajaan waktu itu) ke Magelang lewat Boyolali dan menyusuri lereng Gunung Merapi. Dari Magelang melalui Temanggung dan Wonosobo, mereka turun ke Cilacap. Lalu menyeberang ke Pulau Karangbandung dengan perahu. Sudah bersusah payah mendekat, ternyata pohonnya tidak mau berbunga pada sembarang waktu. Berbunganya sesudah diminta oleh paranormal yang berwajib dengan bersemedi.

Kalau sudah ndelalah (semacam Que sera sera), bunga akan jatuh sendiri dalam bokor yang segera ditutup dengan kain kerajaan. Inilah yang kemudian dibawa kembali ke Kartosuro, dan disimpan dalam kamar pusaka keraton. Tak seorang pun boleh melihat bunga di bawah kain penutup itu. Hanya raja yang boleh mengintip, untuk memastikan bahwa yang dipersembahkan itu betul-betul bunga.

Itulah yang akan meneruskan spirit kebijakan bestari dari Betara Kresna ke raja Mataram yang kini berkuasa. Jadi caranya memerintah kerajaan dapat sama bijak dan adilnya dengan Raja Kresna Dwarawati.

* diambil dari Intisari

Focal length: 10.6mm
Exposure time: 0.030 s (1/33)
Aperture : f/4.0
ISO equiv. : 100

Komentar

42 komentar untuk catatan 'Wijayakusuma'

  1. #1
    gravatar

    Itulah anugerah Alloh SWT.
    Belajarlah dari Ciptaannya. Bunga Wijaya Kusuma memang indah

  2. #2
    gravatar

    Tadi malam ku menghirup udara WIJAYAKUMA saat mekar………wehhhhh….harummmmmmmmm

  3. #3
    gravatar

    Bunga wijaya kusuma atau nama ilmiahnya adalah Epiphyllum anguliger merupakanjenis kaktus, divisi anthophita, bangsa opuntiales dan kelas dicotiledoneae, dimana bunga ini hanya merekah di malam hari dan tidak banyak orang mendapatkan kesempatan menikmati merekahnya bunga ini.

  4. #4
    gravatar

    Ojo wwedi lan ojo guneter,kembang wijoyo kusumo iku wes ono lan nyoto,lan aku juga punyo,iku pencen bener2 nyoto

  5. #5
    gravatar

    yang pingin kenalan iki alamat Email ku

  6. #6
    gravatar

    bunga ini sangat bagus sekali…
    baunya yang harum dan warnanya yang indah…
    tapi sayang hanya berbunga pada malam hari an hanya 1 kali saja…
    terimakasih…

  7. #7
    gravatar

    saya punya pohon wijaya kusuma,, yg sepertin di foto artikel ini, tpi kok banyak mitos ya tentang bunga ini,, selain ke indahan bunga ini apa ada kasiat lain dari bunga ini

  8. #8
    gravatar

    hii….
    saya punya video WK mekar
    liat videonya disini: http://www.madebeni.com/2009/11/video-wijaya-kusuma-mekar-queen-of_30.html

    di tunggu ya komentarnya
    makasi….

  9. #9
    gravatar

    bunga wijaya kusuma yang saya pernah lihat ada beberapa macam ukuran dari yang besar seukuran telapak tangan, segenggam, dan 3 jari, kalo di rumah saya punya yang besar & ukuran sedang ( masing-masing mekar hanya 1 malam paginya langsung layu)

  10. #10
    gravatar

    cukup bagus kok. saya juga pernah melihat saat mekarnya bunga ini tapi jumlahnay gak sampai 25. Hebat banget bisa berbunga segitu banyak, dikasih apa?

  11. #11
    gravatar

    amazing… luar biasa, indah dan mengagumkan ya, proses mekarnya.. salut buat mas Beni yang sudah berinisiatif mendokumentasikannya, jadi lebih banyak orang bisa tahu bagaimana proses mekarnya bunga yang mengagumkan itu. Bagaimana cara memeliharanya sampe bisa berbunga sebanyak itu ya mas? Punya saya cuma berbunga beberapa saja..
    ..terima kasih sudah berbagi keindahan itu..

  12. #12
    gravatar

    bagi yg blm tau memang mustahil tp aq tau wujudnya kmarin br diangkat oleh kyaiku karna msh garis keturunan mataram wujudnya persis kembang wijoyo kusumo tp dr baja

  13. #13
    gravatar

    aku baru saja meliat kembang wijaya kusuma megar….
    baunya harum sekali…..
    dan bunganya sangat bagus…….

  14. #14
    gravatar

    Baru dapet yang warna putih, pengen punya yang warna merah muda/pink (pegasus) & warna merah (challenge). Lumayan mahal harganya, stek daun berakar panjang 20 cm’an rata2 harganya Rp 50rb/pc. Harus pesan langsung ke salah satu penangkarnya di Cianjur, pak Yoyo Budiman (ID FB)….koleksi foto2nya cuma bisa diliat di ID FB : Wijaya Kusuma….. Cantik2, kalo agak longgar rejekinya pengen ambil yang 2 warna diatas.

  15. #15
    gravatar

    bunga ini memang luar biasa. kakek saya pernah bercerita kalau bunga ini merupakan senjata salah seorang tokoh pewayangan tapi saya lupa siapa. nenak saya menanam bunga ini di depan rumahnya. ditempat saya bunga ini mekar jam 11 malam dan hanya bertahan bebera jam. setelah itu layu. sekarang saya punya lebih dari 30 buah tanaman ini. salam kenal semuanya

  16. #16
    gravatar

    salam kenal semua, dulu waktu bulan suro kalender jawa, saya pernah melihat dengan mata kepala saya sendiri,bunga jayakusuma punya tetangga saya mekar,,bagus juga

  17. #17
    gravatar

    bunga wijayakusuma kalau mekar pada tengah malam

Tulis komentar

XHTML: Anda dapat menggunakan tag-tag berikut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>
Untuk menampilkan gambar/icon avatar anda silakan daftarkan alamat email di Gravatar.