Iwan Satyanegara: Fakta seputar proklamasi

Selasa, 12 Agustus 2003 M
13 Jumadil Akhir 1424H

Iwan Satyanegara
Mungkinkah Revolusi Kemerdekaan Indonesia disebut sebagai revolusi dari kamar tidur? Coba simak ceritanya. Pada 17 Agustus 1945 pukul 08.00, ternyata Bung Karno masih tidur nyenyak di kamarnya, di Jalan Pegangsaan Timur 56, Cikini. Dia terkena gejala malaria tertiana. Suhu badannya tinggi dan sangat lelah setelah begadang bersama para sahabatnya menyusun konsep naskah proklamasi di rumah Laksamana Maeda.

Pating greges, keluh Bung Karno setelah dibangunkan de Soeharto, dokter kesayangannya. Kemudian darahnya dialiri chinineurethan intramusculair dan menenggak pil brom chinine. Lalu ia tidur lagi.

Pukul 09.00, Bung Karno terbangun. Berpakaian rapi putih-putih dan menemui sahabatnya, Bung Hatta. Tepat pukul 10.00, keduanya memproklamasikan kemerdekaan Indonesia dari serambi rumah.

“Demikianlah Saudara-saudara! Kita sekalian telah merdeka!”, ujar Bung Karno di hadapan segelintir patriot-patriot sejati. Mereka lalu menyanyikan lagu kebangsaan sambil mengibarkan bendera pusaka Merah Putih. Setelah upacara yang singkat itu, Bung Karno kembali ke kamar tidurnya. masih meriang. Tapi sebuah revolusi telah dimulai…

Upacara Proklamasi Kemerdekaan Indonesia ternyata berlangsung tanpa protokol, tak ada korps musik, tak ada konduktor dan tak ada pancaragam. Tiang bendera pun dibuat dari batang bambu secara kasar, serta ditanam hanya beberapa menit menjelang upacara. Tetapi itulah, kenyataan yang yang terjadi pada sebuah upacara sakral yang dinanti-nantikan selama lebih dari tiga ratus tahun!

Bendera Pusaka Sang Merah Putih adalah bendera resmi pertama bagi RI. Tetapi dari apakah bendera sakral itu dibuat? Warna putihnya dari kain sprei tempat tidur dan warna merahnya dari kain tukang soto!

Setelah merdeka 43 tahun, Indonesia baru memiliki seorang menteri pertama yang benar-benar orang Indonesia asli. Karena semua menteri sebelumnya lahir sebelum 17 Agustus 1945. Itu berarti, mereka pernah menjadi warga Hindia Belanda dan atau pendudukan Jepang, sebab negara hukum Republik Indonesia memang belum ada saat itu. “Orang Indonesia asli” pertama yang menjadi menteri adalah Ir Akbar Tanjung (lahir di Sibolga, Sumatera Utara, 30 Agustus 1945), sebagai Menteri Negara Pemuda dan Olah Raga pada Kabinet Pembangunan V (1988-1993).

Menurut Proklamasi 17 Agustus 1945, Kalimantan adalah bagian integral wilayah hukum Indonesia. Kenyataannya, pulau tersebut paling unik di dunia. Di pulau tersebut, ada 3 kepala negara yang memerintah! Presiden Soeharto (memerintah 4 wilayah provinsi), PM Mahathir Mohamad (Sabah dan Serawak) serta Sultan Hassanal Bolkiah (Brunei).

Hubungan antara revolusi Indonesia dan Hollywood, memang dekat. Setiap 1 Juni, selalu diperingati sebagai Hari Lahir Pancasila semasa Presiden Soekarno. Pada 1956, peristiwa tersebut “hampir secara kebetulan” dirayakan di sebuah hotel Hollywood. Bung Karno saat itu mengundang aktris legendaris Marylin Monroe, untuk sebuah makan malam di Hotel Beverly Hills, Hollywood. Hadir di antaranya Gregory Peck, George Murphy dan Ronald Reagan (25 tahun kemudian menjadi Presiden AS). Yang unik dari pesta menjelang Hari Lahir Pancasila itu, adalah kebodohan Marilyn dalam hal protokol. Pada pesta itu, Maryln menyapa Bung Karno bukan dengan “Mr President” atau “Your Excellency”, tetapi dengan Prince Soekarno!

Ada lagi hubungan erat antara 17 Agustus dan Hollywood. Judul pidato 17 Agustus 1964, Tahun Vivere Perilocoso (Tahun yang Penuh Bahaya), telah dijadikan judul sebuah film The Year of Living Dangerously. Film tersebut menceritakan pegalaman seorang wartawan asing di Indonesia pada 1960-an. Pada 1984, film yang dibintangi Mel Gibson itu mendapat Oscar untuk kategori film asing!

Naskah asli teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia yang ditulis tangan oleh Bung Karno dan didikte oleh Bung Hatta, ternyata tidak pernah dimiliki dan disimpan oleh Pemerintah! Anehnya, naskah historis tersebut justru disimpan dengan baik oleh wartawan B. M. Diah. Diah menemukan draft proklamasi itu di keranjang sampah di rumah Laksamana Maeda, 17 Agustus 1945 dini hari, setelah disalin dan diketik oleh Sajuti Melik. Pada 29 Mei 1992, Diah menyerahkan draft tersebut kepada Presiden Soeharto, setelah menyimpannya selama 46 tahun 9 bulan 19 hari.

Ketika tiba di Pelabuhan Sunda Kelapa 9 Juli 1942 siang bolong, Bung Karno mengeluarkan komentar pertama yang janggal didengar. Setelah menjalani pengasingan dan pembuangan oleh Belanda di luar Jawa, Bung Karno justru tidak membicarakan strategis perjuangan menentang penjajahan. Masalah yang dibicarakannya, hanya tentang sepotong jas! “Potongan jasmu bagus sekali!” komentar Bung Karno pertama kali tentang jas double breast yang dipakai oleh bekas iparnya, Anwar Tjikoroaminoto, yang menjemputnya bersama Bung Hatta dan segelintir tokoh nasionalis.

Rasa-rasanya di dunia ini, hanya the founding fathers Indonesia yang pernah mandi air seni. Saat pulang dari Dalat (Cipanasnya Saigon), Vietnam, 13 Agustus 1945, Soekarno bersama Bung Hatta, dr Radjiman Wedyodiningrat dan dr Soeharto (dokter pribadi Bung Karno) menumpang pesawat fighter bomber bermotor ganda. Dalam perjalanan, Soekarno ingin sekali buang air kecil, tetapi tak ada tempat. Setelah dipikir, dicari jalan keluarnya untuk hasrat yang tak tertahan itu. Melihat lubang-lubang kecil di dinding pesawat, di situlah Bung Karno melepaskan hajat kecilnya. Karena angin begitu kencang sekali, bersemburlah air seni itu dan membasahi semua penumpang. Byuuur…

Berkat kebohongan, peristiwa sakral Proklamasi 17 Agustus 1945 dapat didokumentasikan dan disaksikan oleh kita hingga kini. Saat tentara Jepang ingin merampas negatif foto yang mengabadikan peristiwa penting tersebut, Frans Mendoer, fotografer yang merekam detik-detik proklamasi, berbohong kepada mereka. Dia bilang tak punya negatif itu dan sudah diserahkan kepada Barisan Pelopor, sebuah gerakan perjuangan. Mendengar jawaban itu, Jepang pun marah besar. Padahal negatif film itu ditanam di bawah sebuah pohon di halaman Kantor harian Asia Raja. Setelah Jepang pergi, negatif itu diafdruk dan dipublikasi secara luas hingga bisa dinikmati sampai sekarang. Bagaimana kalau Mendoer bersikap jujur pada Jepang?

Kali ini, Bung Hatta yang berbohong demi proklamasi. Waktu masa revolusi, Bung Karno memerintahkan Bung Hatta untuk meminta bantuan senjata kepada Jawaharlal Nehru. Cara untuk pergi ke India pun dilakukan secara rahasia. Bung Hatta memakai paspor dengan nama “Abdullah, co-pilot”. Lalu beliau berangkat dengan pesawat yang dikemudikan Biju Patnaik, seorang industrialis yang kemudian menjadi menteri pada kabinet PM Morarji Desai. Bung Hatta diperlakukan sangat hormat oleh Nehru dan diajak bertemu Mahatma Gandhi. Nehru adalah kawan lama Hatta sejak 1920-an dan Gandhi mengetahui perjuangan Hatta. Setelah pertemuan, Gandhi diberi tahu oleh Nehru bahwa “Abdullah” itu adalah Mohammad hatta. Apa reaksi Gandhi? Dia marah besar kepada Nehru, karena tidak diberi tahu yang sebenarnya. “You are a liar!” ujar tokoh kharismatik itu kepada Nehru

Bila 17 Agustus menjadi tanggal kelahiran Indonesia, justru tanggal tersebut menjadi tanggal kematian bagi pencetus pilar Indonesia. Pada tanggal itu, pencipta lagu kebangsaan “Indonesia Raya”, WR Soepratman (wafat 1937) dan pencetus ilmu bahasa Indonesia, Herman Neubronner van der Tuuk (wafat 1894) meninggal dunia.

Bendera Merah Putih dan perayaan tujuh belasan bukanlah monopoli Indonesia. Corak benderanya sama dengan corak bendera Kerajaan Monaco dan hari kemerdekaannya sama dengan hari proklamasi Republik Gabon (sebuah negara di Afrika Barat) yang merdeka 17 Agustus 1960.

Jakarta, tempat diproklamasikannya kemerdekaan Indonesia dan kota tempat Bung Karno dan Bung Hatta berjuang, tidak memberi imbalan yang cukup untuk mengenang co-proklamator Indonesia. Sampai detik ini, tidak ada “Jalan Soekarno-Hatta” di ibu kota Jakarta. Bahkan, nama mereka tidak pernah diabadikan untuk sebuah objek bangunan fasilitas umum apa pun sampai 1985, ketika sebuah bandara diresmikan dengan memakai nama mereka.

Gelar Proklamator untuk Bung Karno dan Bung Hatta, hanyalah gelar lisan yang diberikan rakyat Indonesia kepadanya selama 41 tahun! Sebab, baru 1986 Permerintah memberikan gelar proklamator secara resmi kepada mereka.

Kalau saja usul Bung Hatta diterima, tentu Indonesia punya “lebih dari dua” proklamator. Saat setelah konsep naskah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia rampung disusun di rumah Laksamana Maeda, Jl. Imam Bonjol no 1, Jakarta, Bung Hatta mengusulkan semua yang hadir saat rapat din hari itu ikut menandatangani teks proklamasi yang akan dibacakan pagi harinya. Tetapi usul ditolak oleh Soekarni, seorang pemuda yang hadir. Rapat itu dihadiri Soekarno, Hatta dan calon proklamator yang gagal: Achmad Soebardjo, Soekarni dan Sajuti Melik. “Huh, diberi kesempatan membuat sejarah tidak mau”, gerutu Bung Hatta karena usulnya ditolak.

Perjuangan frontal melawan Belanda, ternyata tidak hanya menelan korban rakyat biasa, tetapi juga seorang menteri kabinet RI. Soepeno, Menteri Pembangunan dan Pemuda dalam Kabinet Hatta, merupakan satu-satunya menteri yang tewas ditembak Belanda. Sebuah ujung revolver, dimasukkan ke dalam mulutnya dan diledakkan secara keji oleh seorang tentara Belanda. Pelipis kirinya tembus kena peluru. Kejadian tersebut terjadi pada 24 Februari 1949 pagi di sebuah tempat di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Saat itu, Soepeno dan ajudannya sedang mandi sebuah pancuran air terjun.

Belum ada negara di dunia yang memiliki ibu kota sampai tiga dalam kurun waktu relatif singkat. Antara 1945 dan 1948, Indonesia memiliki 3 ibu kota, yakni Jakarta (1945-1946), Yogyakarta (1946-1948) dan Bukittinggi (1948-1949).

Panglima Besar Tentara Nasional Indonesia Jenderal Soedirman, pada kenyatannya tidak pernah menduduki jabatan resmi di kabinet RI. Beliau tidak pernah menjadi KSAD, Pangab, bahkan menteri pertahanan sekalipun!

Wayang ternyata memiliki simbol pembawa sial bagi rezim yang memerintah Indonesia. Betapa tidak, pada 1938-1939, Pemerintah Hindia Belanda melalui De Javasche Bank menerbitkan uang kertas seri wayang orang dan pada 1942, Hindia Belanda runtuh dikalahkan Jepang. Pada 1943, Pemerintah Pendudukan Jepang menerbitkan uang kertas seri wayang Arjuna dan Gatotkoco dan 1945, Jepang terusir dari Indonesia oleh pihak Sekutu. Pada 1964, Presiden Soekarno mengeluarkan uang kertas baru seri wayang dengan pecahan Rp1 dan Rp2, 5 dan 1965 menjadi awal keruntuhan pemerintahannya menyusul peristiwa G30S/PKI.

Perintah pertama Presiden Soekarno saat dipilih sebagai presiden pertama RI, bukanlah membentuk sebuah kabinet atau menandatangani sebuah dekret, melainkan memanggil tukang sate! Itu dilakukannya dalam perjalanan pulang, setelah terpilih secara aklamasi sebagai presiden. Kebetulan di jalan bertemu seorang tukang sate bertelanjang dada dan nyeker (tidak memakai alas kaki). “Sate ayam lima puluh tusuk!”, perintah Presiden Soekarno. Disantapnya sate dengan lahap dekat sebuah selokan yang kotor. Dan itulah, perintah pertama pada rakyatnya sekaligus pesta pertama atas pengangkatannya sebagai pemimpin dari 70 juta jiwa lebih rakyat dari sebuah negara besar yang baru berusia satu hari.

Kita sudah mengetahui, hubungan antara Bung Karno dan Belanda tidaklah mesra. Tetapi Belanda pernah memberikan kenangan yang tak akan pernah dilupakan oleh Bung Karno. Enam hari menjelang Natal 1948, Belanda memberikan hadiah Natal di Minggu pagi, saat orang ingin pergi ke gereja, berupa bom yang menghancurkan atap dapurnya. Hari itu, 19 Desember 1948, ibu kota Yogyakarta jatuh ke tangan Belanda.

Sutan Sjahrir, mantan Perdana Menteri RI pertama, menjadi orang Indonesia yang memiliki prestasi “luar biasa” dan tidak akan pernah ada yang menandinginya. Waktu beliau wafat 1966 di Zurich, Swiss, statusnya sebagai tahanan politik. Tetapi waktu dimakamkan di Jakarta beberapa hari kemudian, statusnya berubah sebagai Pahlawan Nasional Indonesia.

Diambil dari: Arsip mailing list Friendship

Komentar

150 komentar untuk catatan 'Iwan Satyanegara: Fakta seputar proklamasi'

  1. #1
    gravatar

    kisah diatas menambah wawasan sebagai bangsa yang lebih bermatabat terutama dalam bela negara
    kisah ini perlu guna menambah wawasan anak bangsa yang cinta NKRI

  2. #2
    gravatar

    Merdeka Bung Iwan!

    Entah kenapa saya baru menemukan situs ini. Frankly speaking, saya salut dengan tulisan anda. Detail. Lugas. Saya adalah dosen muda (mungkin masih sangat muda) yang kebetulan mengajar Pancasila. Haha. Mungkin agak aneh, anak muda masih ada yang tertarik untuk memahami bahkan mengajarkan Pancasila, yang kata banyak orang tidak lagi penting menjadi salah satu matakuliah wajib di PT. Anyway, bagi saya, fakta-fakta dari tulisan anda sangat menarik. Bahkan beberapa kejadian yang diungkap (Soekarno dan ‘pipisnya)saya pernah mendengar. Bahkan selalu saya sisipkan di sela2 saya menyampaikan materi penyusunan Pancasila sebagai dasar negara. Itu bukanlah hal yang memalukan, dengan cerita itu saya dapat memancing rasa kebanggaan berbangsa mahasiswa saya–yang rata-rata pemuda/i itu– dan menyadari bahwa para founding fathers kita sedemikian sulitnya, mengorbankan banyak hal untuk sebuah kata:kemerdekaan. Saya dapat mengajak mereka untuk berimajinasi bahwa pesawat tempur yang membawa sang proklamator bukan pesawat sekaliber Air Force One atau setidaknya layanan maskapai kekinian yang paling murah sekalipun! Dengan begitu: Sejarah perjuangan bangsa ini terasa begitu nikmat untuk disantap lengkap dengan “bumbu-bumbunya”. Tidak ada yang salah. Mungkin hal2 tersebut yang bisa menjadikan MataKuliah Pancasila tidak lagi menjadi momok yang membosankan atau setidaknya membantu usaha para pemuda kita untuk lebih mudah mengenali lebih jauh jatidirinya sebagai sebuah bangsa lewat cara yang menyenangkan ketimbang menenggelamkan diri pada tumpukan buku sejarah.
    Saya jg tertarik dengan referensi yang anda sebut seperti tulisan dr. Soeharto. Dimana saya bisa temukan?Salam.

  3. #3
    gravatar

    Terima kasih Rikarachim,

    Hobi saya memang ingin membuat sesuatu yang sulit, menjadi mudah dipahami oleh orang. Mungkin cara pandang saya itu sudah ketinggalan jaman. Sekarang semua orang berlomba menyulitkan sesuatu yang mudah. Hal-hal yang gampang yang dijelaskan dengan bahasa Indonesia (karena bahasa Indonesia adalah bahasa paling mudah di dunia), dijelaskan dengan bahasa Inggris. Biar kelihatan, kalau kita berpendidikan.
    Saya tidak demikian. Lihatlah Soekarno, bagaimana teori-teori ilmu sosial politik, agama, budaya yang njelimet, dijelaskan dengan bahasa rakyat yang mudah dicerna oleh petani buta huruf, gelandangan, nelayan yang bodoh melalui pidato-pidatonya yang bersahaja. Anda bisa dengar sendiri pidato-pidatonya. Nah, saya tidak jauh-jauh dari sekitar itu.

    Soal buku dr. Soeharto, memang sulit didapatkan, meski saya beruntung memilikinya. Lagi pula orang Indonesia tidak menyukai hal-hal sejarah. Sejarah bangsanya sendiri.

    Terima kasih

  4. #4
    gravatar

    Ya, betul sekali. cerita di atas adalah benar. Sebagian besar dari cerita itu diambil dari Buku biografi Bung Karno, Penyambung Lidah Rakyat Indonesia karya Cindy Adams (sekedar info, buku itu sudah dicetak ulang 17 Agustus 2007 lalu). Lucu memang rasanya, sejarah Indonesia penuh hal-hal konyol, tapi bukankah itu menarik? dan apakah ada yang salah dengan cerita-cerita di atas? tidak ada yang salah sama sekali, karena bukankah itu yang namanya kehidupan?

  5. #5
    gravatar

    Saya memang memungut dari cerita-cerita yang sudah ada. Sekali lagi tidak ada yang baru. Yang baru hanyalah, kita baru tahu bahwa itu ada. Ini untuk mengatakan bahwa kita memang tidak mau tahu tentang sejarah kita. Sekali lagi, saya hanya ingin kemukakan, saling berbagi kepada sesama, tentang apa yang saya tahu tentang sejarah kita. Tentunya dengan cara yang berbeda penyampaiannya. Hanya itu. Sampai detik ini, saya sudah mengumpulkan sekitar 80an fakta lucu tentang proklamasi. Semoga Tuhan bisa mengijinkan menjadi sebuah buku.

    Yang ingin saya katakan, kita kaya dengan sejarah, kaya dengan dinamika, kaya dengan pergulatan, kaya dengan pengalaman, kaya dengan hiruk pikuk dialektika, kaya dengan tokoh-tokoh kontroversial, kaya dengan pertumpuahan darah. kaya dengan kesalahan, kaya dengan keberhasilan dan kaya sebagai bangsa. Dan sampai detik ini kita tidak merasakan kekayaan itu.

  6. #6
    gravatar

    ///////// Bendera Merah Putih dan perayaan tujuh belasan bukanlah monopoli Indonesia. Corak benderanya sama dengan corak bendera Kerajaan Monaco dan hari kemerdekaannya sama dengan hari proklamasi Republik Gabon (sebuah negara di Afrika Barat) yang merdeka 17 Agustus 1960. ///////// <==== Lantas Apakah Hari Kemerdekaan RI akan dirubah? Dan apakah Bendera RI mau diganti juga?
    Kalao mau diganti saya kasih saran diganti tanggal 12 April sahadja (sesuai tanggal lahir w) dan designz Benderanya nanti thak kasih gambar kepala Kelinci (kayak logonya mjlh Playboy)<<< Setudju ndak kawan² netter?
    Dan biar lebih keren lagi, nanti kita tegakkan syariah Islam di Bumi pertiwi ini. Kita buat Hukum islam biar nanti w bisa poligami dan bisa punya selir yang buanyak sekali.Toh kan tuh UUD di indonesia belom sempurna dan dibuatnya pun asal²-an (Bukti Sesuai dengan yang tersirat di atas)

    NB:
    Propaganda yang tidak ada mutunya, justru akan mengikis rasa nasionalisme bangsa dengan menurunkan derajat para pahlawannya dan mengangap jelek historis bangsanya.

    Huahuahuahuahuahua…
    Anda bilang justru pada tahun 1989 itu nama Soekarno-Hatta di hormati dan dipakai?
    Apakah anda tahu kalau nama Gelora Bung karno itu dirubah menjadi Gelora senayan pada masa rezim Pakdhe Harto?

    Mohon maaf klo lancang, pak admin.Kulo nyuwun ngapurane

    Ahueheuheuheuheuheuheu LOL

  7. #7
    gravatar

    […] Asli: http://yulian.firdaus.or.id/2003/08/12/fakta-seputar-proklamasi/ Posted: Selasa, 12 Agustus 2003 by Iwan […]

  8. #8
    gravatar

    wah..situsnya keren. mas iwan hebat nih.. bisa bikin smua orang tertarik bwt ngasi komentar sbanyak ini..
    tdi aku lgi iseng nyari bahan buat sosiodrama di skul..eh trnyata ktemu situs ini..
    iya tu bener kadang” sejarah emang di bikin ribet..aq juga bingung knapa sie yang udah ribet di bikin tambah ribet lg..kan jadi tambah susah.
    soal buku tntang DR.SOEHARTO, aku pernah liat di perpustakaan MUSEUM JOANG ’45 di Jakarta, tapi aku ga sempet baca coz museumnya udah mau tutup..

    MERDEKA!!

  9. #9
    gravatar

    aQ sUKa Bgt Ma Situs nEa
    NamBah InFoRmASI
    Coz
    NOW,iNfORmASU KhAN
    dAH MahAL
    mMg blAZAR sJarah tu SuSah
    TP kHAN Baek TUk nAEGARA nEa KLu dPlAjARI ADri SkRg

    KeY!!!!!!!!!!!

  10. #10
    gravatar

    wah… yang datang kesini banyak juga.tapi aku lom sempet baca.malesssss he… he….. karena terlalu banyak

  11. #11
    gravatar

    Menurut saya sah sah saja kalau kita punya pendapat masing masing!
    Toh di era orde baru fakta sejarah kita ternyata banyak yang telah di manipulasi oleh kalangan tertentu guna membuka fakta yang sebenarnya telah terjadi,yang penting tidak membuat kita jadi merasa paling benar dan salah paham tapi menyingkap tabir sesungguhnya apa yang telah terjadi dalam sejarah proklamasi kita,ya engga Broooooo………….?jadi buat “citra” jangan terlalu di dramatisir hingga menjadi masalah yang tmbah rumit!!!

  12. #12
    gravatar

    Jika otentik, kenapa tidak dicantumkan sumbernya? Biar semua bisa menelusuri sumbernya dan belajar tentang sejarah secara lebih akademis. Bukankah ide awal tulisan ini untuk “mencerahkan”????

  13. #13
    gravatar

    Wah! Saya tak menduga masalah ini sudah 4 tahun ada di blog Mas Yulian. Sebagai penulis artikel itu, saya tidak membayangkan tulisan itu beredar di internet. Ketika saya menulisnya tahun 1995, hanya untuk “sekedar tahu saja” bagi pembaca tentang proklamasi kita. Tanpa ada maksud apapun. Terlebih waktu itu internet belum ada.

    Masalah sumber dari untuk data, saya tidak menyebutkan sama sekali. Tujuan penulisan itu memang tulisan ringan, semacam feature dan bukan diperlakukan karya ilmiah atau akademik. Namun bukan berarti saya tidak mempunyai sumber. Sebagian besar sumber tulisan sudah ada di kepala pembaca. Saya hanya mencari hal atau stimulasi fakta yang sudah ada, menjadi fakta baru tanpa mengaburkan atau menghilangkan sama sekali faktanya.

    Kini saya hampir menyelesaikan fakta-fakta yang berkaitan dan berhubungan dengan proklamasi, ke dalam sebuah buku. Harusnya tahun ini, tapi terbentur waktu dan biaya, mungkin akhir tahun saya jadikan buku, lengkap ilustrasi. Karena saya bekerja di dunia periklanan, tentunya corak penulisan saya seperti pemahaman dalam advertising.

    Terima kasih atas komentar teman-teman, baik yang tidak suka maupun suka.

    Iwan Satyanegara

  14. #14
    gravatar

    Permisi Mas…artikel ini benar-benar menarik..

    Banyak sekali hal2 yang baru saya ketahui tentang sejarah Indonesia di sini…

    Begini Mas,, saya minta izin mengutip artikel ini ya…

    Sebelumnya saya minta maaf karena baru izin sekarang, soalnya kemaren salah sumber,, dan ternyata setelah diselidiki lebih jauh, artikel di blog ini yang saya rasa paling tepat jadi sumbernya…

    Terima Kasih…

  15. #15
    gravatar

    Silahkan Sdr. Ihsan memakai tulisan ini sebagai bentuk sumber untuk keperluan apapun. Asalkan menyebut sumber dan penulis. Itu sudah biasa standar penulisan.

  16. #16
    gravatar

    wow.. tulisan 2003 dan masih tetep eksis..
    keren mas .. setiap orang berhak melihat dari sudut pandangnya
    dan atas setiap penghakiman.. seharusnya tidak boleh (meski dapat dimaklumi)
    selain itu, tentu saja, jika (nanti) ada tulisan yang salah ya tolong berbesar hati agar diralat :D

  17. #17
    gravatar

    […] Lebih lengkap seputar proklamasi (artikel asli oleh Iwan Satyanegara):http://yulian.firdaus.or.id/2003/08/12/fakta-seputar-proklamasi/ […]

  18. #18
    gravatar

    Dear Iwan,

    Saya senang dengan tulisan anda sekalipun memang banyak yang memberikan tanggapan miring. Bagi saya apa
    yang anda tampilkan itu adalah karya nyata dan positip sifatnya. Dalam hal banyak orang yang menanggapi
    miring, itu adalah hak mereka dan juga karya nyata mereka walaupun sifatnya belum tentu positip. Tolong
    lanjutkan dengan tulisan-tulisan lainnya yang akan menambah khasanah perberbendaharaan bahan bacaan dan
    juga tentunya akan otomatis memunculkan orang-orang yang serba bervariasi sifat maupun karakternya. De-
    mikianlah dulu, dan terima kasih atas karya anda itu.

  19. #19
    gravatar

    Terima kasih Mas Eddy Sendouw. Memang saya hampir selesai membuat kisah-kisah yang tak suka diungkap orang tentang hal ikhwal proklamasi. Hampir selesai. Saya akan membuatnnya ke dalam buku yang ringan. Sekedar untuk pengetahuan sejarah bagi sebagian orang yang tak menyukasi sejarah. Saya juga sering menulis di Kompas Komunitas, Citizen Journalism, yang semua tentang sejarah tersembunyi. Ya lumayan buat baca-baca, karean kebetulan saya tak punya dan tak suka punya blog, facebook, friendster atau apapun itu bentuknya. Jadi saya tuangkan ke kompas.com itu (community). Lumayan, tiap tulisan saya selalyu dikutip dan diposting berbagai blog orang. Sekali lagi terima kasih atas komentarnya.

    Merdeka!

    Iwan Satyanegara Kamah

  20. #20
    gravatar

    hello… gue tertarik banget dengan sejarah seputar proklamasinya. and thanks banget gue bisa lebih tahu hal – hal seputar proklamasi selain dari pelajaran di sekolah. eh, bisa minta tolong g??? gue minta dong, sejarah lahirnya hukum di indonesia……….. kira – kira gimana ya………… pleaseeeeeeeeee…………. key??????????

  21. #21
    gravatar

    Sejarah dimulai dari pagi yang cerah pusat bangunnya sebuah Negara, walau kadang-kadang terfikir apa mereka sudah siap membangun Negara ini, tapi mudah-mudahan kita bisa menghargai perjuangan para Pahlawan Indonesia

  22. #22
    gravatar

    coz tlong dong pristiwa apa aja sh yang ada pada tanggal 23 apri
    1945 susah bangt nh
    malh ni tgs bsk mo di kumpuli lg…
    help me plise!

  23. #23
    gravatar

    Lebih baik diskusi tentang ini diberhentikan dan ditutup saja setelah komentar saya ini. Kecapekan saya menjelaskan hal-hal ini kepada orang banyak yang sok tahu tapi nggak tahu apa-apa.Kalau mau baca banyak tentang ini, ya silahkan ke www(dot)baltyra(dot)com

    Terima kasih.

    IWAN SATYANEGARA KAMAH

  24. #24
    gravatar

    Cream Sari Pemutih Wajah

    Jay adalah Yulian » Iwan Satyanegara: Fakta seputar proklamasi

  25. #25
    gravatar

    bedrockautopawn.com

    Jay adalah Yulian » Iwan Satyanegara: Fakta seputar proklamasi


%d blogger menyukai ini: