Dilema Pengambilan Keputusan
Selasa, 3 Juni 2003M
03 Rabiul Akhir 1424H
- International phone card
- Baufinanzierung
- Tracking System
- Valentines flowers delivered to your loved one door. Send fresh tulips, a dozen roses with chocolates, or any flower bouquet. Flower freshness & delivery guaranteed.
- Musical Instrument Allans Music Australia
- Download Free Movies
- Science of Identity Foundation - quotes and videos on happiness and well-being.
- Hewlett Packard Laptops Buy HP notebooks in Australia
Cerita dibawah cukup menarik dan benar-benar memberikan kita sebuah gambaran tentang PENGAMBILAN KEPUTUSAN. Manakah yang akan Anda pilih?
Sekelompok anak kecil sedang bermain di dekat dua jalur kereta api. Jalur yang pertama adalah jalur aktif (masih sering dilewati KA), sementara jalur kedua sudah tidak aktif. Hanya seorang anak yang bermain di jalur yang tidak aktif (tidak pernah lagi dilewati KA), sementara lainnya bermain di jalur KA yang masih aktif. Tiba-tiba terlihat ada kereta api yang mendekat dengan kecepatan tinggi. Kebetulan Anda berada di depan panel persimpangan yang mengatur arah KA tersebut. Apakah Anda akan memindahkan arah KA tersebut ke jalur yang sudah tidak aktif dan menyelamatkan sebagian besar anak kecil yang sedang bermain? Namun hal ini berarti Anda mengorbankan seorang anak yang sedang bermain di jalur KA yang tidak aktif. Atau Anda akan membiarkan kereta tersebut tetap berada di jalur yang seharusnya?
Mari berhenti sejenak dan berpikir keputusan apa yang sebaiknya kita ambil?
Sebagian besar orang akan memilih untuk memindahkan arah kereta dan hanya mengorbankan jiwa seorang anak. Anda mungkin memiliki pilihan yang sama.Saya-pun memiliki pilihan demikian karena dengan menyelamatkan sebagian besar anak dan hanya kehilangan seorang anak adalah sebuah keputusan yang rasional dan dapat disyahkan baik secara moral maupun emosional.
Namun sadarkah Anda bahwa anak yang memilih untuk bermain di jalur KA yang sudah tidak aktif, berada di pihak yang benar karena telah memilih untuk bermain di tempat yang aman? Disamping itu, dia harus dikorbankan justru karena kecerobohan teman-temannya yang bermain di tempat berbahaya. Dilema semacam ini terjadi di sekitar kita setiap hari. Di kantor, di masyarakat, di dunia politik dan terutama dalam kehidupan demokrasi, pihak minoritas harus dikorbankan demi kepentingan mayoritas. Tida peduli betapa bodoh dan cerobohnya pihak mayoritas tersebut.
Nyawa seorang anak yang memilih untuk tidak bermain bersama teman-temannya di jalur KA yang berbahaya telah dikesampingkan. Dan bahkan mungkin tidak kita tidak akan menyesalkan kejadian tersebut. Seorang teman yang men-forward cerita ini berpendapat bahwa dia tidak akan mengubah arah laju kereta karena dia percaya anak-anak yang bermain di jalur KA yang masih aktif sangat sadar bahwa jalur tersebut masih aktif. Akibatnya mereka akan segera lari ketika mendengar suara kereta mendekat.
Jika arah laju kereta diubah ke jalur yang tidak aktif maka seorang anak yang sedang bermain di jalur tersebut pasti akan tewas karena dia tidak pernah berpikir bahwa kereta akan menuju jalur tersebut. Disamping itu, alasan sebuah jalur KA dinonaktifkan kemungkinan karena jalur tersebut sudah tidak aman.Bila arah laju kereta diubah ke jalur yang tidak aktif maka kita telah membahayakan nyawa seluruh penumpang di dalam kereta. Dan mungkin langkah yang telah ditempuh untuk menyelamatkan sekumpulan anak dengan mengorbankan seorang anak, akan mengorbankan lagi ratusan nyawa penumpang di kereta tersebut. Kita harus sadar bahwa HIDUP penuh dengan keputusan sulit yang harus dibuat. Dan mungkin kita tidak akan menyadari bahwa sebuah keputusan yang cepat tidak selalu menjadi keputusan yang benar.
Ingatlah bahwa sesuatu yang benar tidak selalu populer …dan sesuatu yang populer tidak selalu benar
Popularity: 3% [?]
Selasa, 17 Mei 2005 @ 15:52
Internet Explorer 6.0 Windows XP
Internet Explorer 6.0 Windows XP
sepertinya keadaan tersebut tidak lagi ada di lingkungan kita tanpa sengaja karena sempitnya pemikiran kita, tetapi kadang memang kita sengaja mengorbankan yang kelihatan sepele tetapi sebenarnya itulah hakekat kebutuhan kita. katakanlah sholat! bagi anda umat islam, kadang-atau bahkan sering- kita mengulur waktu sholat karena kita menganggap apa yang sedang kita kerjakan jauh lebih penting. Padahal kita tahu dan mungkin kalau di forward akan sadar bahwa sholat adalah kebutuhan kita bertemu (ma’rifat) dengan yang terkasih, yang selalu kita tunggu saat bertemu nanti diakherat, yang pernah kita janjikan tidak akan berpaling, dan akan selalu menjauhi apa yang dibenci oleh-Nya, tapi kita mementingkan kebutuhan yang sebenarnya jauh lebih rendah urgensinya untuk masadepan dan kepuasan batin kita ……?
wallahua’lam
Rabu, 20 Juli 2005 @ 10:12
Internet Explorer 6.0 Windows 98
Internet Explorer 6.0 Windows 98
setiap orang dalam pengambilan keputusan memang sangat beragam, tapi tak terlepas juga dengan apa alasan pengambilan keputusannya. yang diputuskan, itulah yang terbaik menurutnya. walaupun kadang itu adalah bisa dibilang kurang tepat, asalkan harus bisa mempertanggungjawabkan dari hasil keputusannya itu.
Senin, 4 September 2006 @ 21:59
Internet Explorer 6.0 Windows XP
Internet Explorer 6.0 Windows XP
dalam pengambilan keputusan memang selalu penuh pertimbangan sesuai dengan kondisi, waktu dan anlisa kita melihatb suatu permasalahan. banyak teori yang dapat dipakai dalam melihat fenomena pengambilan keputusan ini
Rabu, 13 September 2006 @ 8:55
Internet Explorer 6.0 Windows XP
Internet Explorer 6.0 Windows XP
Saya akan membiarkan kereta pada jalur seperti biasanya, prinsip saya, jangan kita mengorbankan satu orang di jalan yang benar, untuk banyak orang di jalan yang salah.
Dilema memang, tapi itulah kehidupan.
Pilihlah yang kamu anggap benar, walaupun kadang sakit…….
Udah tau jalur aktif, masih dipake maen…..
Biarkan orang berpikir untuk menempatkan diri pada posisi yang seharusya…
Jumat, 12 Januari 2007 @ 1:05
Internet Explorer 7.0 Windows XP
Internet Explorer 7.0 Windows XP
Mengapa kita membenarkan yang salah dan menyalahkan yang benar. Jika kita korbankan anak yang bermain di rel kereta yang tdk aktif, berarti kita adalah termasuk orang yang tidak berpikir secara rasional. Kalau kita lakukan hal itu berarti kita membumikan slogan : YANG BODOH TETAP BODOH DAN YANG BERUSAHA PINTAR TETAP DIBODOHKAN.
Selasa, 20 Maret 2007 @ 14:43
Internet Explorer 6.0 Windows XP
Internet Explorer 6.0 Windows XP
betul sekali pendapat fanniyah, saya setuju. kita harus belajar disiplin, walaupun dengan harga yang mahal (cukup mengorbankan satu anak) untuk mendapatkan yang lebih baik (kesadaran pentingnya taat pada aturan)
Rabu, 14 November 2007 @ 21:45
Mozilla Firefox 2.0.0.2 Windows XP
Mozilla Firefox 2.0.0.2 Windows XP
Sesungguhnya manusia harus dapat memutuskan untuk melangkah pada pijakan yang telah ditentukan. Dalam kasus di atas, seharusnya kita akan berfikir bahwa seorang bocah yang memilih bermain di jalur rel KA yang sudah tidak aktif merupakan buah dari keputusan dirinya agar dia aman dan terhindar dari KA yang bisa tiba-tiba tanpa disadari dapat menabrak dirinya. Kita pun seyogianya berfikir bahwa sebagian besar bocah lainnya pun tentunya sudah mengambil keputusan matang mengapa dia bermain di jalur rel KA yang masih aktif. Kita mesti berfikir bahwa mungkin saja mereka yang lebih berani bermain di jalur KA masih aktif itu karena telah menempuh perhitungan terlebih dahulu atas risiko dan antisipasinya tertabrak KA.
Jika kita kebetulan dihadapkan dengan kondisi seperti kasus di atas, tentunya kita tidak usah mengalihkan jalur rel, karena secara kodrati dan naluri mereka dan kita sedang dihadapkan pada situasi risiko atas pengambilan keputusan. Yang melangkah di pijakan yang salah, sudah tentu harus siap menghadapi segala kemungkinan imbalan kesalahannya.