Energi Menulis: Dari Mana Datangnya?

Kamis, 29 Mei 2003M
29 Rabiul Awal 1424H

Dikutip dari milis pasarbuku@yahoogroups.com
Sejumlah penulis yang telah didatangkan ke Pesta Buku Jakarta 2003 dan kebanyakan berbicara di hadapan umum di panggung Indonesia Membaca! punya pengalaman berbeda-beda yang menyebabkan mereka mampu bertahan terus menghasilkan karya. Richard Oh telah menghasilkan dua novel berbahasa Inggris, Jamal berlatar belakang seni rupa, Djenar Maesa Ayu kumpulan cerpennya sudah cetakan ke-3, Clara Ng memutuskan menerbitkan sendiri bukunya, Veven SP Wardhana terinspirasi fakta sejarah, Dewi Lestari begitu digemari banyak remaja, serta Anjar yang “mengandung” kisah dalam novelnya sejak 2000.

Sejumlah penulis muda lain sebenarnya juga bermunculan, media ekspresi dan penerbitan juga terus hadir dalam khazanah literer kontemporer Indonesia. Di luar media cetak, jika mau lebih awas, tak sedikit penulis melatih kemampuan dan eksperimentasinya melalui internet, jurnal pribadi, website/homepage, dan sebagainya. Energi menulis mereka meluap-luap secara luar biasa, gagasannya kadang-kadang tak tertampung sarana umum, dan eksplorasinya menarik untuk diperhatikan.

Waktu salah seorang peserta bertanya pada Djenar kenapa kebanyakan cerita pendeknya tentang seks, dia menjawab ringan, “Barangkali karena saya suka seks ya?” Ada kejujuran di sana, dan itu jadi salah satu pokok dalam proses menulis. “Kalau tidak jujur waktu menulis, jadi buat apa itu?” dia balik tanya. Karena intinya menulis adalah mengungkapkan perasaan secara kreatif, melepaskan gagasan, mencari pengakuan, sejumlah orang berpijak pada sesuatu yang sangat dekat dengan dirinya, sebab itulah yang dapat mereka ungkapkan dengan tepat, tanpa keraguan, tahu secara pasti yang dihadapi dan ditulisnya.

Tapi kenapa mereka memilih fiksi? “Sebab dalam fiksi segala kemungkinan ada, ” jawab Veven. Ada ruang imajinasi dalam diri manusia atau angan-angan tak berbatas yang mereka coba isi dengan upaya pencarian makna. Justru di sana mereka mencari kemungkinan untuk memenuhi sisi manusia yang membutuhkan pelepasan setelah lelah menghadapi alam benda, yang kering, sukar berkompromi, bahkan kerap dipenuhi kebohongan. Jamal mendapatkan kenikmatan menulis fiksi karena dia mampu mereka-reka jalan hidup seseorang, menentukan nasib tokoh ciptaannya. Rupanya keinginan berperan sebagai Tuhan (playing God) memotivasi Jamal dalam berkreasi secara maksimal.

Karena beranjak dari keinginan untuk bermain dengan bahasa, tak pelak lagi mereka melakukan sejumlah eksplorasi literer. Coba perhatikan frase “matahari malam hari” pada judul Centeng karya Veven. Apakah frase tersebut terkesan janggal atau malah membangkitkan rasa ingin tahu pembaca tentang maknanya? Judul buku Clara Ng, Tujuh Musim Setahun, juga membuat orang merangsang pembaca bertanya: di manakah ada tempat dengan tujuh musim dalam setahun? Atau dia ingin menggunakan perlambang itu untuk sesuatu yang khusus? Permainan bahasa itu menunjukkan bahwa manusia memiliki dinamika dalam komunikasi dan tak pernah lelah mencari kemungkinan baru. Dalam bahasa Indonesia saja, sejumlah orang juga masih merasa asing dengan kata “beraja”, yang sebenarnya dapat ditemukan dalam Kamus Besar bahasa Indonesia. Anjar dalam hal ini berusaha mengingatkan bahwa bangsa ini sebenarnya memiliki kekayaan bahasa luar biasa. Memang, sekali lagi, untuk menjaga dan mengembangkan bahasa, bangsa ini berutang banyak kepada para penulis. Merekalah yang tak pernah lelah membangkitkan lagi kata yang lama dilupakan atau mencoba menciptakan kemungkinan bahasa dengan inovasi, cara ungkap berbeda yang sebelumnya tak pernah dilakukan generasi terdahulu.

Tapi meski namanya fiksi, mereka tetap merujuk pada sesuatu yang harus dapat dipertanggungjawabkan. Kekayaan pengetahuan, kedekatan dengan seseorang atau subjek yang mereka kuasai, latar belakang kehidupan rata-rata kerap dirujuk untuk menjelaskan bahwa sejumlah peristiwa, percakapan, dan kejadian dapat ditelusuri jejak-jejaknya. Karena itu kini studi antropologi, sejarah, dan etnografi kerap menggunakan karya sastra dapat dijadikan sebagai bahan rujukan. Clara Ng perlu menambah halaman bukunya dengan bibliografi untuk membuktikan mereka tak mau berspekulasi tanpa dasar eksperimen yang pernah dilakukan orang lain, apakah itu ilmuwan, sejarahwan, dan kritikus. Jamal melampirkan biografi filsuf Soren Kierkegaard dalam novelnya.

Di luar itu para penulis tanpa sadar ternyata memberi pelajaran tentang proses dan kesabaran. Menurut pengakuan Clara, total sekitar empat tahun dia habiskan untuk mewujudkan novelnya. Sebelum menjadi novel, naskah itu masih berupa catatan-catatan berserak baik di kertas, komputer, juga ingatan. Dia mencoba menyimpan iktikad itu sekuat tenaga, memelihara, menjaga agar tak lenyap, bahkan ketika proses penciptaan terhenti oleh banyak hal. Sujinah, penulis In a Jakarta Prison, tak menyerah menulis meski di penjara lebih dari lima belas tahun karena alasan politik. Dia menjadikan karyanya sebagai kesaksian atas hidupnya yang getir, keras, penuh perjuangan dan idealisme.

Pada dasarnya buku adalah proses yang terus berlanjut, karena itu pengorbanan waktu dan energi untuk menyelesaikannya pun membutuhkan kesabaran luar biasa. Berproses lebih dari dua tahun menunggu kelahiran buku tentu belum bisa dihadapi setiap orang dengan mudah. Anjar membuktikan dia berhasil melewati masa sejak awal persemaian hingga memetik buah atas bukunya.

Bagi sejumlah orang, energi menulis itu bisa jadi tak pernah terbayang kapan akan muncul dan menggerakkan proses kreatif. Tapi jika mau belajar dari para penulis, kita tahu itu adalah gabungan antara tekad besar, proses menciptakan, dan upaya memenangkan pertarungan melawan keragu-raguan.[]wartax


Diterbitkan oleh Panitia Pesta Buku Jakarta 2003
Sekretariat Panitia
Istora Senayan – Jakarta
Telp. 021 – 5731533

Popularity: 3% [?]

Catatan Yang Mungkin Terkait

Tidak ada isian yang terkait |

Komentar

8 komentar untuk catatan 'Energi Menulis: Dari Mana Datangnya?'

  1. #1
    gravatar

    Halo Jay…
    Wah aku baru nemu web-mu ini.
    Itu jg krn ada kata kuncinya “beraja”. Hehe….
    Thx yaa… udah masukin unsur kt itu ke web-mu.

    Org bdg jg?
    Wah, bs ketemuan dong!

    salam,
    -anjar-

  2. #2
    gravatar

    Ajarin aku dong, ceritanya aku disuruh membuat inovasi di unit pekerjaan saya.namun aku belum pernah membuat.
    apa saja yang harus ditulis dan form kayak apa dan selanjutnya tolong diberikan gambaran yang jelas sehingga aku bisa membuat inovasi yang baik.

    Demikian terimakasih

    Salam

    Suhir

  3. #3
    gravatar

    Contac person:081310608073, (021) 70921915
    Thanks ya…..
    Ditunggu

    Suhir

  4. #4
    gravatar

    kirimi kabar tentang hal-hal yang baru ya

  5. #5
    gravatar
    Internet Explorer 5.5 Windows ME

    Saya baru nemuin web-nya mas Jul nih, boleh ya manggil mas.
    Energi menulis, entah kapan datangnya, entah kapan pula perginya. Tapi sepertinya energi paling besar adalah ketika kita ingin memberi “sesuatu” kepada orang lain melalui tulisan kita. Tulisan juga bisa menjadi energi positif bagi orang lain. Dan memang itu yang saya rasakan ketika tulisan orang lain berbicara mengenai makna.
    Ketika hidup menjadi sebuah pilihan. Antara Surga dan Neraka, hitam atau putih, antara baik atau buruk, atau tak memilih kedua-duanya. Apakah tulisan kita, kita berikan untuk berbagi kebaikan, atau untuk berbagi keburukan? Adakah tulisan seperti itu? PAstilah ada.
    Tapi saya percaya, ketika kita diberikan kemampuan untuk menjadi penulis maka Tuhan sudah mempercayakan sesuatu di tangan kita. “Sesuatu”, bisa diterjemahkan apapun oleh siapapun. Thanks.

  6. #6
    gravatar
    Mozilla Firefox 1.5.0.4 Windows XP

    hai mas salam kenal, mas saya siswa sma yang ditunjuk untuk mengikuti karya tulis bisa bantuin enggak mas. sebetulnya cara penyusunan karya tulis yang baik itu seperti apa. bantu saya ya mas. thanks

  7. #7
    gravatar
    Internet Explorer 6.0 Windows XP

    lain kali tulis dong artikel bagaimana cara membuat karya tulis yang terbaik, jadi apa aja yang menjadi sorotan dalam penilaian terbaik. Saya sedang membuat karya tulis tapi mandek. Saya ingin membuat yang baik dalam isi dan struktural. Mohon bantuannnya.
    thank you.

  8. #8
    gravatar
    Internet Explorer 6.0 Windows XP

    slm kenal mas Jay,
    aku baru nemu webnya mas Jay, jadi semangat lagi ni. Aku juga lagi coba – coba nulis esay, sempet stag. usahaku sekarang apa yang lagi terlintas dikepala langsung aja aku catet ga peduli kaidah bahasa .

Tulis komentar

XHTML: Anda dapat menggunakan tag-tag berikut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Untuk menampilkan gambar/icon avatar anda silakan daftarkan alamat email di Gravatar.