Sejumput Teknologi pada Sebuah Buku
Sabtu, 31 Mei 2003 / ditulis dalam Tak Berkategori / Satu komentar »Penerapan teknologi pada dunia perbukuan ternyata tidak sekadar tentang kertas atau teknik pencetakan. Penerbit Indonesia bisa jadi masih menganggap bahwa teknologi percetakan atau pemilihan kertas merupakan hal yang sangat penting, tetapi ada banyak perkembangan teknologi yang seharusnya juga diperhatikan sungguh-sungguh agar dunia penerbitan Indonesia terus berkembang sesuai zaman.
Kepedulian itu bisa dimulai dari yang kecil, misalnya menerapkan ISBN (International Standard Book Number) secara benar. Memang mayoritas penerbit Indonesia sudah memiliki kode unik yang akhirnya menentukan nomor ISBN, tapi tetap saja masih ada buku yang diterbitkan tanpa ISBN. Barangkali karena rendahnya perhatian pada ISBN itu kadang-kadang kita menyaksikan ada penerbit salah cara menuliskannya, misalnya tetap menggunakan angka 10 pada ujung nomor, alih-alih diganti dengan x. Padahal ISBN adalah tanda unik suatu buku. ISBN akan menerangkan secara pasti keterangan buku, misalnya tentang judul, subjudul, penulis, dan penerbit. Nyatanya tetap saja ada penerbit yang abai pada masalah sederhana seperti itu. Baca selengkapnya »
Popularity: 2% [?]
Melati tak pernah berdusta dengan apa yang ditampilkannya. Ia tak memiliki warna dibalik warna putihnya. Ia juga tak pernah menyimpan warna lain untuk berbagai keadaannya, apapun kondisinya, panas, hujan, terik ataupun badai yang datang ia tetap putih. Kemanapun dan dimanapun ditemukan, melati selalu putih. Putih, bersih, indah berseri di taman yang asri. Pada debu ia tak marah, meski jutaan butir menghinggapinya. Pada angin ia menyapa, berharap sepoinya membawa serta debu-debu itu agar ianya tetap putih berseri. Karenanya, melati ikut bergoyang saat hembusan angin menerpa. Kekanan ia ikut, ke kiri iapun ikut. Namun ia tetap teguh pada pendiriannya, karena kemanapun ia mengikuti arah angin, ia akan segera kembali pada tangkainya. 